Beranda » Tas Seminar » Tas Seminar Batik
Paling Laris

klik full size

Tas Seminar Batik

DISKON 23% Kode: LP 27 Stok: Pre Order
Berat 300 gram
Kondisi Baru
Kategori Tas Seminar, Tas Seminar Laptop
Dilihat 20 kali
Diskusi Belum ada komentar
Bagikan
Tentukan pilihan yang tersedia!
Rp 50.000 Rp 65.000
Hemat Rp 15.000
PRE ORDER
Hubungi kami untuk informasi lebih lanjut mengenai pemesanan produk ini.
Pemesanan yang lebih cepat! Quick Order
Tas Seminar Batik
Rp 50.000 Rp 65.000
Pre Order / LP 27
Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah:

Detail Produk Tas Seminar Batik

PENGERTIAN BATIK

Apa Itu Batik?

Batik merupakan salah satu seni untuk mencetak atau menghias kain. Ini adalah cara yang terbilang kuno namun tetap konsisten hingga saat ini. Desain batik sangat dipengaruhi oleh budaya dan dikembangkan lebih luas dengan pemanfaatan teknologi. Saat ini, banyak produk yang bias ditemui dengan menggunakan hiasan batik.

Belum ada yang mengetahui secara pasti mengenai asal usul batik. Batik telah banyak ditemukan di Asia Tengah, Timur Tengah, dan India. Berbicara tentang sejarah batik sangat erat kaitannya dengan Cina, yang dibuat pengrajin Cina yang bermigrasi ke Indonesia untuk kemudian diekspor ke negara Cina. Kemudian batik menjadi berkembang di Jawa dan hanya digunakan oleh golongan bangsawan dan aristocrat dengan desain tertentu yang melambangkan keluarga, status sosial, dan lokasi geografis pulau tersebut.

Kata batik diyakini berasal dari Bahasa Indonesia yaitu ‘ambatik’, yang berarti kain yang memiliki titik-titik kecil. Awalnya, nama batik diketahui juga merupakan gagasan oleh orang India dan Mesir. Batik juga dikaitkan dengan Bahasa Jawa yaitu ’tritik’, yang merupakan proses pewarnaan dimana pola diciptakan dengan mengikat dan menjahit kain sebelum diberi warna.

Proses Pembuatan Batik

Bahan utama yang diperlukan untuk membuat pola batik adalah lilin. Selain itu, kain juga harus disiapkan untuk menjadi wadah desain. Terdapat pula beberapa proses yaitu kain dibentangkan ke bingkai, kain diberi polesan untuk daerah yang tidak perlu pewarnaan, menyiapkan pewarna, menyelupkan kain pada pewarna, merebus kain untuk menghilangkan lilin, dan mencuci kain dengan sabun.

Ketika memulai proses pembuatan batik, pola langsung digambar secara manual dengan sangat hati-hati pada kain dengan lilin lebah. Proses tersebut diaplikasikan dengan menggunakan cangkir tembaga kecil dengan cerat halus yang disebut dengan ‘tjanting’ yang dicelupkan dalam pot pewarna. Komposisi ideal untuk lilin batik adalah campuran dari 30 persen lilin lebah dan 70 persen lilin paraffin. Saat mengoleskan, lilin tidak boleh terlalu panas atau kain akan terbakar. Penting juga untuk mengetahui komposisi warna yang sesuai untuk menghasilkan hasil yang bagus.

Kain & Pola Desain

Proses pembuatan batik yang terpenting adalah pemilihan bahan kain atau dalam dunia batik disebut sebagai kain mori. Kain yang digunakan harus dapat menahan panas dari lilin. Selain kain sutra murni, kain seperti katun, poplin, dan lainnya dapat digunakan. Kain sintetis tidak boleh digunakan karena tidak dapat menahan panas.

Untuk pembuatan pola desain, dapat menghemat waktu dengan cara mengaplikasikan lilin pada lembaran kuningan yang direkatkan pada bingkai kayu yang membentuk pola desain. Cara menggunakannya adalah bingkai tersebut diceluplan ke dalam lilin cair terlebih dulu dan mengaplikasikan pola pada kain dengan menaruh lapisan kain lain di atasnya. Cara tersebut tentu berbeda dibanding menggunakan canting yang menuangkan langsung lilin ke dalam cangkir kecil.

Pewarnaan Batik

Sebagai contoh, di Jawa, warna utama yang digunakan adalah biru indigo dan cokelat emas yang dibuat dari kulit pohon mangga. Proses pewarnaan ini selalu membuat peralihan dari warna terang menjadi gelap, maka dari itu warna indigo lebih dulu diterapkan pada semua kain, kecuali hitam dan biru yang ditutupi oleh lapisan lilin. Setelah itu, warna akan terbentuk melalui proses oksidasi. Lalu lilin dihilangkan dengan mencuci kain dengan sabun dan air mendidih. Kemudian kain dikeringkan dan lilin diaplikasikan kembali pada area yang tertutupi oleh lilin tadi. Kain dicelupkan kembali untuk beberapa kali hingga warna yang dihasilkan maksimal. Pewarna yang digunakan harus bersuhu dingin untuk menghindari pencairan lilin. Setelah pewarnaan terakhir, lilin dihilangkan dengan rendaman air sabun. Setelah itu dikeringkan dan kain sudah siap.

Batik di Era Modern

Industri batik masih hidup hingga saat ini. Banyak motif batik dapat kita temui pada bidang fashion dan peralatan rumah tangga seperti taplak meja, seprei, gorden, dan masih banyak lagi. Walaupun saat ini lebih banyak industri batik yang menggunakan mesin, namun produksi manual dengan menggunakan tangan juga masih dapat dijumpai. Kebebasan dalam desainnya menjadi karakteristik yang digemari. Selain itu, batik juga memiliki sifat awet dalam warna, hal tersebut dikarenakan proses pewarnaan yang berulang sehingga warna menyerap dengan baik dan tidak mudah pudar.

Tags: , , , , , , , , , ,

Ditambahkan pada: 29 Oktober 2019
Produk Terkait
Diskusi Produk (0)

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Chat via Whatsapp
Bobi Ishak
⚫ Online
Halo, perkenalkan saya Bobi Ishak
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja